Kamis, 27 Februari 2014
PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI
Pengembangan Kurikulum
Tujuan Kurikulum KTSP
- Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
- Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama.
- Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai.
- Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya.
- Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
- Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.
- Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar.
- Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dam masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP.
- Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.
- Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP.
Minggu, 02 Februari 2014
Anak Didik
ANAK DIDIK
Anak didik ialah seorang yang sedang berkembang yang memiliki potensi tertentu. Mereka memerlukan bimbingan dari pendidik (guru) untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Untuk mengetahui siapa anak didik maka harus difahami bahwa anak didik sebagai manusia yang sedang berkembang menuju ke arah kedewaan memiliki beberapa karakteristik. Menurut Tirtarahadja (2000) ada 4 karakteristik yang dimiliki oleh anak didik. Diantaranya ialah :
1. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan makhluk yang unik.
2. Individu yang sedang berkembang
3. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
4. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
Edi Suardi (1984) mengungkapkan ciri-ciri anak didik yang terdiri atas :
1. Kelemahan dan ketidakberdayaan
Anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya. Untuk dapat bergerak harus melalui berbagai tahapan.
2. Anak didik ialah Makhluk yang ingin berkembang
3. Anak didij ingin menjadi diri sendiri.
Berikut masa perkembangan Anak Didik
a. Bayi (0-2 tahun)
b. Kanak-kanak (3-7 tahun)
c. Anak-anak (7-12 tahun)
d. Puber (12-14 tahun)
e. Remaja (14-17 tahun) yang merupakan masa persiapan ke arah kedewasaan didukung oleh kemampuan dan kecakapannya ia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri.
Pedagogik Ilmu Mendidik
PEDAGOGIK ILMU MENDIDIK
Pedagogik merupakan ilmu yang membahas mengenai pendidikan yaitu ilmu mendidik anak. Kata Pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu "Paedos" yang memiliki arti anak (laki-laki), dan kata "Agogos" yang berarti membimbing atau mengantar. Jadi secara harfiah ialah seorang yang membimbing anak.
Menurut Prof.Dr.J.Hoogveld pedagoik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu. Agar seorang anak kelak mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya.